Rodagilas.com, Bogor – TVS iQube S, skuter listrik asal India ini, menjadi pilihan kami untuk kami uji efisiensi baterai dan kelayakkan, kali ini kami lakukan perjalanan dari Jakarta menuju Grand Aston Puncak, Cianjur, Jawa Barat.
Dengan teknologi modern dan fitur yang mumpuni, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 km dalam sekali pengisian daya, berkat baterai lithium 3,42 kWh serta output daya sebesar 11,5 ampere, motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni Eco (0-55 kpj) dan Power (56-75 kpj), yang berfungsi untuk menyesuaikan efisiensi baterai dengan kebutuhan kecepatan.
Perjalanan dimulai dari Pasar Minggu dengan status baterai 95%. Kami melewati Depok, Cibinong, dan Jalan Raya Bogor sebelum akhirnya tiba di Bogor dengan jarak tempuh 48 km, selama perjalanan ini, kami menggunakan mode Power dengan kecepatan maksimal 75 kpj, namun saat berboncengan, kecepatan menurun menjadi 55 kpj, terutama di medan yang menanjak, setelah tiba di Bogor, baterai tersisa 51%.
Di Bogor, kami memutuskan untuk mengisi daya di SPKLU Padjajaran sebanyak 9 kWh dengan biaya Rp 20.000 menggunakan token listrik. TVS iQube S menggunakan colokan standar rumah tangga, sehingga mudah dalam proses pengecasan. Dari 60% hingga 80%, pengisian daya hanya membutuhkan waktu 1,5 jam, yang tergolong cepat dibandingkan charger lain dengan output lebih kecil.

Melanjutkan perjalanan ke Puncak melalui Ciawi dan Jalan Raya Puncak, kami awalnya menggunakan mode Power, tetapi kondisi jalan yang menanjak cukup menguras baterai, untuk efisiensi, kami beralih ke mode Eco, namun, hal ini tetap membuat kami harus melakukan pengisian daya di SPKLU Rayon Cipayung dengan sisa baterai 40%, tantangan lainnya adalah SPKLU di lokasi ini hanya menyediakan charger untuk mobil, sehingga kami harus menggunakan converter yang disediakan oleh PLN.

Setelah pengisian daya hingga 80%, kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Grand Aston Puncak dengan sisa baterai 21%. Kekhawatiran muncul karena tidak tersedia SPKLU atau fasilitas pengisian daya motor listrik di sekitar hotel, akhirnya pihak hotel mengizinkan kami mengisi daya menggunakan colokan listrik biasa, yang cukup untuk perjalanan kembali menuju SPKLU Cipayung.

Setelah mengisi daya hingga 60%, kami kembali ke Jakarta pada malam hari. Untuk memastikan perjalanan aman, kami beristirahat di Cipayung dan mengisi daya hingga 85%. Perjalanan ke Jakarta menjadi lebih menantang karena hujan deras dan beberapa titik banjir. Menariknya, TVS iQube S tetap stabil melewati genangan air tanpa kendala, menunjukkan daya tahan motor listrik ini terhadap kondisi ekstrem.
TVS iQube S memiliki bodi yang cukup besar seperti skuter listrik dari Taiwan, meski bongsor, motor ini tetap responsif dan mampu melaju hingga 55 kpj di mode Eco, dari segi kenyamanan, jok yang tebal dan lebar membuat perjalanan panjang lebih nyaman, serta posisi berkendara ergonomis. Namun, handgrip terasa keras dan licin saat basah, sehingga disarankan menggunakan jalu gas atau sarung tangan untuk kenyamanan lebih.
Fitur dan Kekurangan
- Bagasi luas 32 liter mampu menampung dua helm half-face atau barang lainnya.
- Fitur regenerative braking membantu meningkatkan efisiensi energi.
- Sayangnya, aplikasi TVS Connect tidak dapat terkoneksi selama perjalanan, kemungkinan karena sinyal yang kurang stabil.
- Perlu memiliki converter charger pribadi karena tidak semua SPKLU menyediakan fasilitas untuk motor listrik.
Kesimpulan: Seberapa Efisien TVS iQube S?
✅ Efisiensi baterai baik, namun konsumsi meningkat saat berboncengan. ✅ Performa stabil di tanjakan, terutama di mode Eco. ✅ Jangkauan baterai realistis sekitar 70-75 km, tergantung mode berkendara dan bobot pengendara. ✅ Pengisian daya cukup cepat, tetapi tetap perlu perencanaan rute agar tidak kehabisan daya di tengah jalan. ✅ Tangguh dalam berbagai kondisi jalan, termasuk banjir. ✅ Gunakan Mode Eco saat tanjakan dan turunan, serta Mode Power untuk trek lurus agar efisiensi energi optimal.
Dengan harga Rp 52,9 juta OTR, TVS iQube S cocok bagi pengendara dengan level financial midium to high dan layak di gunakan untuk kebutuhan perjalanan jarak menengah dan medan bervariasi, serta layak digunakan untuk perjalanan antarkota dan harian, namun, pengguna tetap harus memperhitungkan rute perjalanan, ketersediaan SPKLU, serta memiliki converter charger pribadi untuk kemudahan pengisian daya di berbagai tempat.

