Rodagilas.com, Bogor – Motor listrik Adora Livery kembali diuji untuk membuktikan ketahanan dan efisiensi baterainya berbekal single baterai saja yaitu 76.8V 32Ah bersertifikasi IP67 dari Phylion dalam perjalanan dari Jakarta menuju Ciloto, Cianjur Jawa Barat, dengan jarak tempuh 80 km dengan rute jalan di awali dari Ps Minggu Jakarta Selatan, Depok, Cibinong lanjut Jalan Raya Bogor dan Kota Bogor dan di akhiri di Grand Aston Hotel & Resort Puncak Jawa Barat, yang mana di awal sebelum perjalanan kami sudah perkirakan dan membandingkan jarak tempuh yang Indomobil eMotor claim yang mana Adora Livery dapat menempuh jarak 110 km untuk sekali isi daya. (26/2/25)
Uji coba ini dilakukan oleh team rodagilas dan teman-teman dalam berbagai kondisi jalan dan beban, sekaligus menguji klaim fitur-fitur unggulannya yang di tawarkan oleh Indomobil eMotor yang di sematkan di dalam motor Adora Livery dengan status baterai di awal adalah 95%.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan rider berbobot 78 kg, menggunakan Mode 3 untuk mendapatkan performa maksimal. Motor menunjukkan respons yang baik dan stabil meskipun melewati jalur perkotaan yang padat dan stop-and-go.
Namun di pertengahan jalan, saat memutar gas, terasa hentakan yang cukup mengganggu saat stop-and-go, meskipun kondisi masih di jalur lurus di daerah Depok dan gejala ini terus berlanjut ketika gas diturunkan atau saat mencoba meningkatkan kecepatan dengan beralih ke mode 1, 2, dan 3 dengan range kecepatan mode 1 (0-30 kpj), mode 2 (31-50) dan mode 3 (51-75).

Kondisi ini akhirnya kami laporkan ke bagian R&D Indomobil eMotor untuk mencari solusi , yang akhirnya kami disarankan untuk tidak mengaktifkan HSA (Hill Start Assist) dan TSC (Traction Control System) dengan teknik gas pol dan rem saat nyalakan kontak dan setelah di lakukan step by step sarannya, kendala ini sudah tidak kami rasakan lagi, walau terkadang masih ada rasa hentakkan, namun tidak terlalu menggangu perjalanan kami dan lebih halus serta respondsif pada saat melakukan perpindahan mode.
Perjalanan dari Depok menuju Cibinong berlanjut dengan tambahan penumpang, sehingga bobot total mencapai 150 kg. Meskipun performa motor tetap stabil, konsumsi daya mengalami peningkatan yang cukup signifikan akibat tambahan beban serta variasi medan yang lebih menantang, dan kami cek untuk kondisi baterai sisa 37% dengan durasi perjalanan selama 2 jam dari Jakarta sampai dengan kota Bogor.

Setibanya di Jalan Padjadjaran Bogor, baterai tersisa 37% sehingga dilakukan pengisian daya hingga 51% dalam kurun waktu 1,5 jam di SPKLU Padjajaran dengan charger bawaan Adora Livery yang berkapasitas 5A dengan mengisi token sebesar Rp 20 ribu dengan daya 9 kwh, dikarenakan kami sedang mengejar waktu untuk tiba di lokasi yang kami tuju, kami harus melanjutkan perjalanan kami.
Selanjutnya saat menuju tanjakkan Ciawi rider mengubah mode pengendara menggunakan kombinasi Mode 1, 2, dan 3 sesuai kondisi jalan untuk mendapatkan tenaga tambahan agar motor tetap dapat stabil dan responsif di tanjakan, meski konsumsi baterai lebih besar.
Melihat status baterai yang sudah menurun drastis tersisa 19%, kami segera melakukkan pengecekan lokasi melalui Screen Mirroring Interactive Speedometer yang terkoneksi dengan smart phone untuk membantu kami mencari lokasi PLN/SPKLU terdekat tanpa harus melihat HP dan menggunakan breket Hp, karena aplikasi yang berada di HP dapat muncul dan terlihat di layar speedometer Adora Livery dan akhirnya kami melakukan pengisian daya kembali di SPKLU Rayon Cipayung Bogor hingga baterai terisi 60% yang di perkirakan sudah bisa sampai lokasi tujuan.

Namun kali ini ada perbedaan cara mengisi dayanya, kali ini kami harus menggunakan converter charger AC type 2 yang beruntungnya pihak SPKLU PLN Rayon Cipayung menyediakan alat converter charger untuk kami pinjam dan gunakan mengisi daya, sedangkan SPKLU PLN Padjajaran hanya tersedia token listrik dengan colokkan standard bawaan Adora Livery yang seperti colokkan rumahan.

Perjalanan kami lanjutkan menuju lokasi dengan trek jalanan menanjak menuju Grand Aston Puncak yang lokasinya berada di Ciloto Puncak Bogor, untuk mengurangi kosumsi baterai yang berlebih akhirnya kami menggunakan mode 1 sebagai solusi terakhir agar kami dapat sampai tujuan dengan selamat, dan akhirnya kami sampai lokasi dengan status baterai yang menghawatirkan, yaitu hanya tersisa 10% saja;
Sebagai tambahan Adora Livery memberikan kenyamanan yang baik, terutama dalam manuvering di jalan lurus, tanjakan, maupun turunan dan untuk kenyamanan boncenger sedikit kurang karena desain jok yang kecil dan meruncing, sehingga kurang ideal untuk touring atau perjalanan jauh, tetapi untuk perjalanan dalam kota masih bisa diterima.
Saat perjalanan pulang, kami baru mengaktifkan regenerative braking setelah di informasikan caranya oleh pihak Indomobil eMotor yang fungsinya untuk mengurangi konsumsi daya baterai yang mana status baterai saat itu dari Cipayung Bogor ke Jakarta, setelah pengisian daya penuh baterai 100% masih tersisa tinggal 30% saja sampai saat tiba di kantor Indomobil eMotor MT Haryono, meski menghadapi kemacetan di beberapa titik dengan menggunakan mode 1.
Di tengah perjalanan, kami menghadapi hujan deras dan jalanan tergenang, Adora Livery sukses melewati banjir tanpa kendala, membuktikan klaimnya yang mampu menerjang air itu benar adanya.
Berikut kami simpulkan seberapa efisiensi Adora Livery untuk rute jauh Jakarta – Puncak Bogor :
✅ Efisiensi baterai cukup baik saat solo riding, tetapi konsumsi meningkat dengan beban tambahan dan disarankan memiliki charger converter pribadi agar mempermudah mengisi daya di manapun berada, karena tidak semua charger station yang di temui memilki fasilitas charger untuk kendaraan roda dua serta di tinggikan kapasitas baterai dengan menggunakan double baterai dan meninggikan kapasitas daya charger agar pada saat mengisi daya lebih cepat terisi.
✅ Performa stabil di tanjakan, terutama dengan Mode 3.
✅ Jangkauan baterai realistis sekitar 70-80 km, tergantung mode berkendara dan bobot.
✅ Pengisian daya masih kategori lama dikarenakan daya charger hanya 5 amper yang mana aman untuk pengecasan di rumah, tetapi tetap perlu perencanaan agar tidak kehabisan di tengah jalan apabila melakukkan perjalanan jauh.
✅ Tangguh di berbagai kondisi jalan, termasuk banjir.
✅ Fitur regenerative braking membantu efisiensi energi, terutama di perjalanan jauh.
✅ gunakan Mode 1 disaat jalan tanjakkan dan turunan dan mode 2 dan 3 di saat ingin menambah kecepatan saat trek jalan lurus agar efisiensi energi, terutama di perjalanan jauh.
Sebagai tambahan, Motor Listrik Adora Layak untuk Perjalanan Antarkota & Harian dan secara keseluruhan, Adora Livery terbukti andal untuk perjalanan jarak menengah dengan medan bervariasi, bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik efisien, nyaman, dan siap menghadapi kondisi ekstrem, terlebih untuk harga yang sangat terjangkau seharga Rp 24,5 juta Adora Livery bisa menjadi alternatif menarik untuk perjalanan dari Jakarta ke Puncak Bogor dan sekitarnya.
Dan satu hal yang perlu di perhatikan bagi pemilik motor listrik disarankan untuk lebih memperhatikan jarak tempuh perjalanan dan mempertimbangakn waktu yang kita harus habiskan dalam perjalanan serta dalam pengisian daya, mengetahui dimana saja lokasi pengisian daya serta memiliki converter charger pribadi yang bisa di beli di toko online seharga sekitar Rp 250 ribuan (harga variatif) agar kita bisa mengisi baterai motor listriknya di mana saja tanpa harus kawatir belum tersedianya fasilitas converter charger di SPKLU berada.


